2. Pendekatan Teori Agenda Setting dalam Membandingkan Suara Pembaruan dan Republika.
a. Teori Penentuan Agenda (Agenda Setting Theory) merupakan teori yang menyatakan bahwa media massa berlaku merupakan pusat penentuan kebenaran dengan kemampuan media massa untuk mentransfer dua elemen yaitu kesadaran dan informasi ke dalam agenda publik dengan mengarahkan kesadaran publik serta perhatiannya kepada isu-isu yang dianggap penting oleh media massa dan juga dapat dianggap sebagai kemampuan media massa untuk menyampaikan kepentingan dari berita-berita yang ada didalam agenda mereka terhadap agenda yang ada didalam masyarakat. Berbagai level dari Agenda Setting adalah :
1) Agenda setting tingkat pertama. Pada level ini media menggunakan obyek atau permasalahan untuk mempengaruhi masyarakat. Pada level ini media menyarankan kepada masyarakat apa yang mereka harus pikirkan.
2) Agenda setting tingkat kedua. Pada level ini media memfokuskan diri terhadap karakteristik dari suatu obyek atau masalah tertentu dan media juga menyarankan kepada masyarakat bagaimana mereka harus berpikir terhadap masalah tersebut. Ada dua tipe atribute yang digunakan, kognitif (substansi atau topik) dan afektif (evaluatif atau positif, negatif, netral).
b. Salah satu aspek yang paling penting dalam konsep penentuan agenda adalah peran fenomena komunikasi massa, berbagai media massa memiliki penentuan agenda yang potensial berbeda termasuk intervensi dari pemodal. Dua asumsi dasar yang paling mendasari penelitian tentang penentuan agenda adalah:
1) Masyarakat pers dan mass media tidak mencerminkan kenyataan; mereka menyaring dan membentuk isu.
2) Konsentrasi media massa hanya pada beberapa masalah masyarakat untuk ditayangkan sebagai isu-isu yang lebih penting daripada isu-isu lain.
c. Pada salah satu edisinya, “Republika” memuat laporan mendalam tentang diadukannya ke polisi seorang tokoh muslim yaitu Presiden PKS Tifatul Sembiring, terkait dengan pelanggaran kampanye pemilu lebih awal dalam demo anti Israel atas serangan ke Jalur Gaza, dengan sudut pandang “membela” Tifatul. Harian “Republika” merupakan tipe Pers Berkualitas. Penerbitan surat kabar ini akan mampu menampilkan cara penyajian yang etis, moralis intelektual. “Republika” sangat meyakini pendapat : kualitas dan kredibilitas media hanya bisa diraih melalui pendekatan profesionalisme secara total. Menurut landasan teori Agenda Setting, “Republika” mampu untuk menyeleksi dan mengarahkan perhatian masyarakat pada peristiwa tertentu atau gagasan tertentu sehingga dapat menjadi agenda bagi masyarakat. Agenda itu sendiri harus diformat, proses ini akan memunculkan masalah bagaimana agenda media ini terjadi pada waktu pertama kali. Hal ini mempunyai kekuatan penjelas untuk menerangkan mengapa orang-orang, sama-sama menganggap penting suatu isu.
d. Di lain pihak, pada hari yang sama “Suara Pembaruan” memuat tentang dukungan yang kuat terhadap upaya pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap) yang dimotori tokoh-tokoh Kristen Suku Batak. Agenda “Suara Pembaruan” dalam banyak hal mempengaruhi atau berinteraksi dengan agenda publik atau kepentingan isu tertentu bagi publik. Agenda publik mempengaruhi atau berinteraksi ke dalam agenda kebijakan. “Suara pembaruan” lebih mengedepankan berita tentang agenda publik bukan hanya pribadi yang dikonsumsi publik. Maka tidak mengherankan jika “Suara Pembaruan” lebih menyoroti hal-hal yang berhubungan dengan suatu populasi tertentu, masyarakat tertentu ataupun suku tertentu.
Kamis, 30 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar