Kamis, 30 April 2009

Studi Kasus

3. Studi Kasus. Pada acara sertijab Kasau (Bintang 4), Dispenau mengundang wartawan untuk meliput kegiatan yang tentu saja menurut kalangan TNI AU sangat penting. Namun ternyata jumlah wartawan yang hadir jauh lebih banyak pada acara sertijab Kapolda jaya (Bintang 2) :

a. Beberapa metode yang digunakan untuk menganalisa berita, yaitu analisis isi (content analysis), analisis bingkai (frame analysis), analisis wacana (disccourse analysis), dan analisis semiotik (semiotic analysis). Semuanya memiliki tujuan yang berbeda-beda, disesuaikan dengan target pelaku analisis. Terdapat lima fungsi utama pers yang berlaku secara universal yaitu: Informasi (to inform), Edukasi (to educate), Koreksi (to influence), Rekreasi (to entertain), Mediasi (to mediate). Pemberitaan mengenai kenaikan pangkat pejabat tertentu di kalangan TNI AU dilihat dari sisi publisitas, universalitas dan objektivitas tidak sama dengan karakteristik pemberitaan yang lain. Pemberitaan tersebut memang tidak akan sama porsinya di setiap media, apalagi skala coverage kedua media di atas adalah lingkup nasional dan pada saat yang bersamaan ada pemberitaan lain yang lebih menarik dan informatif untuk diliput.

b. Pemberitaan mengenai sertijab Kapolda Jaya jauh lebih dekat secara emosional dan sosial dibandingkan dengan pemberitaan sertijab KASAU. Di dalam struktur sosial masyarakat, posisi Kapolda Jaya sifatnya lebih dekat kepada semua lapisan masyarakat, semua orang lebih mengenal tugas Kapolda Jaya yang memiliki pengaruh langsung terhadap masyarakat sehingga dapat memenuhi karakteristik universalitas. Di lain pihak banyak sekali unsur-unsur masyarakat yang sangat berkepentingan terhadap pejabat kepolisian maupun pejabat pemerintah, karena bersinggungan langsung dengan berbagai kebutuhan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berbeda jauh dengan pejabat TNI AU yang tidak bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat. Media massa tentunya akan memilih berita yang mempunyai nilai pasar lebih dan memiliki nilai jual yang lebih, karena media massa saat ini sudah berorientasi terhadap factor ekonomi.

c. Efek merupakan salah satu penyebab seseorang berbuat sesuatu, begitu pula yang terjadi di masyarakat. Sesuatu yang memberikan efek khusus akan mendapat perhatian khusus pula, sedangkan yang tidak banyak efeknya tentunya akan tidak banyak mendapat perhatian di masyarakat. Perubahan Pejabat atau Jabatan di TNI AU tidak begitu memberikan efek khusus terhadap pola dan struktur yang terjadi di masyarakat. Berbeda dengan sertijab pejabat kepolisian atau pemerintah daerah yang kebijakannya akan dapat dirasakan secara langsung pada kehidupanmasyarakat. Di instansi kepolisian maupun pemerintah daerah, fungsi bagian penerangan atau humas sangat diperhatikan pembinaannya, sehingga mereka lebih mudah mengadakan penggalangan terhadap media massa.
d. Pada instansi militer biasanya keamanan lebih menjadi prioritas, sehingga akan terjadi tindak keamanan yang cukup serius apabila seorang sipil memasuki atau berhubungan dengan instansi militer. Contohnya dalam hal peliputan wartawan diwajibkan untuk mempunyai tanda pengenal atau tanda masuk, dilengkapi surat ijin dsb, sehingga secara psikologis manusia tidak senang menghadapi kesulitan atau persoalan yang berbelit-belit. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada antusiasme wartawan, sehingga dalam sertijab Kasau wartawan tidak sebanyak pada sertijab Kapolda, dimana pada sertijab Kapolda wartawan sudah terbiasa meliputi setiap kegiatan kerja mereka tanpa perlu tanda pengenal atau tanda masuk.
e. Di instansi kepolisian setiap kegiatan selalu bekerjasama dengan wartawan, seperti kegiatan tindakan penangkapan gembong teroris, acara patroli, sergap dan lain lain, dimana wartawan membutuhkan berita yang didapat dari kepolisian, polisi membutuhkan wartawan untuk publikasi, sementara TNI AU dalam setiap kegiatannya jarang bekerjasama dengan wartawan. Hal ini berpengaruh dalam acara sertijab Kasau maupun Kapolda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar